Jumat, 13 Januari 2012

YANG PERTAMA DI KARO


AKBP Rina Sari Ginting

Mobil Deli Spoorweg Maatschappij melintas di Berastagi thn 1923
  • Hendrik C. Kruyt misionaris pertama yang datang ke suku Karo, menetap di Buluh Awar mulai 1 Juli 1890.
  • Sekolah pertama di dataran tinggi Karo, dibuka 19 Oktober 1891 dirintis oleh para missionaris untuk belajar membaca dan menulis di desa Buluh Awar.
  • Orang Karo pertama sekali dibabtis pada 20 Agustus 1893 oleh Pdt J.K Wijngaarden  terdiri dari 6 orang, yakni: Ngurupi Kembaren (Nd. Pengarapen Bukit), Pengarapen Bukit, Nuan, Tala, Tabar dan Sampai.
  • Nuan, orang yang pertama sekali disekolahkan ke Medan sebagai mantri cacar tahun 1895, lulus menjadi mantri cacar pada April 1897.
  • Jalan antara Sembahe ke Sibolangit selesai dikerjakan sepanjang 5 kilometer pada bulan Oktober 1893, dan sudah bisa dilalui oleh kereta lembu.
  • Negel Br Sinulingga, wanita Karo pertama menikah dengan kulit putih, Carel Westenberg seorang controleur di Deli Mij awal tahun 1890-an.
  • Gereja Karo yang pertama sekali ditahbiskan di Buluh Awar 24 Desember 1899 dengan jumlah jemaat 56 orang dipimpin Pdt M. Joustra.
  • Si Kelin dari desa Durin Sirugun orang yang pertama menjadi Guru di sekolah rakyat milik misionaris tahun 1901.
  • Pernikahan secara Kristen yang pertama dilakukan di desa Tanjung Beringin oleh Pdt.  J.H. Neumann pada April 1902.
  • Untuk pertama kalinya diterbitkan buku permainan dan bacaan dalam bahasa Karo tahun 1903 untuk dipakai di sekolah-sekolah misionaris.
  • RS Kusta pertama di Lau Simomo  diresmikan oleh Pdt E.J van den Berg 25 Agustus 1906, dengan jumlah pasien pertama 25 orang.
  • Tahun 1907 mobil pertama sampai di Kabanjahe milik J. Th Cremer dalam kesempatannya memberi sumbangan kepada RS Kusta.
  • Tahun 1908 berdiri sekolah Kweek School (sekolah tinggi guru) di Berastagi pimpinan G. Smith, kemudian pindah ke Raya.
  • Tahun 1912 kamus pertama bahasa Belanda - Karo diterbitkan oleh Bataksche Instituut  yang disusun Pdt Meint Joustra.
  • Bulan Juni dan Juli 1926 koperasi pertama berdiri di Sibolangit dan Kabanjahe bernama KSSS (Kongsi Si Sampat-Sampaten).
  • Rumah Sakit Umum pertama RS Zending Kabanjahe dibangun di Gungleto oleh Bataksche Instituut 20 September 1920 diresmikan pada 15 Juli 1923 yang kemudian dihibahkan ke GBKP 22 September 1948.
  • Majalah pertama dicatat bernama Merga Silima terbit tahun 1926.
  • Alkitab perjanjian baru dalam bahasa Karo selesai diterjemahkan oleh Pdt J.H. Neumann tahun 1928.
  • Wanita pertama yang sekolah ke luar daerah, Nimai Br Purba lulus ujian pada Kopschool dan melanjut ke Normaalschool di Padang pada bulan Mei 1929.
  • Putra Karo pertama yang menjadi masinis tahun 1930  bernama Merhad Purba putra Pa Kertas Purba di Kabanjahe berangkat ke Wellevreden  memasuki sekolah Ambachts.
  • Organisasi wanita (Kristen) Karo yang pertama bernama CMCM (Christelijke Meisjes Club Madjoe) yang kemudian menjadi Moria berdiri sejak 10 Agustus 1933.
  • Sarjana Karo yang pertama bernama Jaga Bukit putra Pa Suro dari Tiga Panah menjadi mahasiswa RHS di Jakarta setelah lulus AMS Jakarta tahun 1936. Sementara Manis Manik lulus Kweekschool Surabaya tahun 1936 orang pertama yang sekolah di luar negeri tepatnya di Hoof ACTE, Oegst Geest Holland.
  • Batiren Purba kepala sekolah pertama orang Karo di Bataksche Timmer Winkel di Kabanjahe 1933.
  • Letjend Djamin Gintings, Jenderal pertama orang Karo dan Dubes pertama di Canada tahun 1957.   
  • Merlep Ginting merupakan  Master Nasional yang pertama di Indonesia.
  •  Nerus Ginting Suka, anggota parlemen  pertama di senayan tahun 1957.
  • Ngerajai Meliala Bupati orang Karo Pertama
  • Ulung Sitepu Gubernur Sumut 1963-1965 orang Karo pertama menjadi gubernur.
  • Andar Purba, Hakim Agung Karo yang pertama. 
  • Pasti Ginting Sinisuka, lulusan Akmil Karo yang pertama tahun 1970.
  • Prof. Rehngena Purba, MH, Profesor wanita Karo pertama, mantan Dekan FH USU.
  • Prof DR. Masri Singarimbun, Profesor Karo pertama di Pulau Jawa.
  • Drs. Atar Sibero lahir di Kuala 2 Mei 1931, Dirjen pertama di  PUOD Depdagri.
  • Kiras Bangun (Garamata), pahlawan pertama yang bagi orang Karo, ditetapkan pada 9 November 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Drs. Inget Sembiring Direktur Utama perusahaan publik pertama di PT Astra Graphia.
  • Malem Sambat Kaban, menteri pertama orang Karo di Departemen Kehutanan periode 2004-2009, pimpinan partai pertama orang Karo di PBB.
  • Prof. Dr Risnawati Sinulingga, MTh, Doktor wanita pertama yang mengambil kajian perjanjian lama, dosen Fisip USU.
  • AKBP Dra Rina Sari Ginting, wanita pertama menjadi Kapolres  di Sumut.
  • Janatan Ginting (Atan Ginting) orang Karo pertama mencapai puncak Mount Everest
  • Prof. DR. Budi Anna Keliat, S. Kp, M. App Sc, doktor ilmu keperawatan pertama.
  • Dra. Mustika Tarigan, M.Psi, psikolog populer Karo pertama. 
  • Setiawan Sebayang, pemrakarsa pembuatan Doa Bapa Kami bahasa Karo di Bait Suci di Jerusalem.
      * Sebagian dikutip dari catatan-catatan missionaris di Tanah Karo.

    2 komentar:

    1. Letkol CHK Tama Ulinta Tarigan, SH, M.Kn.
      Kepala pengadilan militer Wanita pertama...

      BalasHapus
    2. Binahar hutapea14 Januari 2014 12.41

      Adikku ... Makarios Karosekali ..... Conductor peraih GOLD MEDAL pada WORLD CHOIR GAMES 2008 di GRAZ ,AUSTRIA ...

      BalasHapus